Dofollow dan Nofollow: Perbedaan, Fungsi, dan Cara Membacanya

DN

Dyaksa Naya

20 Juli 2026

6 min read
Diperbarui: 22 Agustus 2026
#Dofollow #Nofollow #Backlink
Dofollow dan Nofollow: Perbedaan, Fungsi, dan Cara Membacanya

Dofollow dan Nofollow: Perbedaan, Fungsi, dan Cara Membacanya

Perbedaan Dofollow dan Nofollow

Dofollow adalah sebutan umum untuk link biasa tanpa atribut pembatas, sedangkan nofollow adalah link yang diberi atribut rel="nofollow" agar pemilik situs memberi sinyal khusus kepada mesin pencari tentang hubungan dengan halaman tujuan. Lihat juga contoh backlink yang bernilai agar atribut tidak dibaca terpisah dari konteksnya.

Istilah dofollow sebenarnya bukan atribut HTML resmi. Dalam praktik SEO, istilah ini dipakai untuk membedakan link normal dengan link yang memakai nofollow, sponsored, atau ugc.

Perbedaannya penting, tetapi tidak sesederhana “dofollow bagus, nofollow tidak berguna”. Link tetap bisa membawa trafik, membangun pengenalan brand, dan memperluas peluang ditemukan, apa pun atributnya.

Link dofollow adalah link biasa yang tidak diberi nilai rel pembatas. Saat mesin pencari menemukan link ini, ia dapat mengikuti dan memproses hubungan antara halaman sumber dengan halaman tujuan sesuai sistemnya.

Karena tidak ada pengkualifikasian khusus, link normal lazim dipakai saat sebuah situs merekomendasikan sumber, merujuk data, atau mengarahkan pembaca ke halaman lain yang relevan. Bukan berarti setiap link normal otomatis memberi dampak SEO besar. Relevansi, kualitas halaman sumber, dan konteks tetap menentukan.

Link nofollow memakai atribut rel="nofollow". Pemilik situs menggunakannya ketika tidak ingin menyatakan dukungan editorial penuh terhadap halaman yang ditautkan atau ketika atribut lain tidak lebih tepat digunakan.

Google memperlakukan atribut nofollow sebagai petunjuk, bukan sakelar mutlak yang selalu membuat link diabaikan. Halaman tujuan juga tetap mungkin ditemukan melalui sitemap, link lain, atau sumber crawl yang berbeda.

  • rel="sponsored": Digunakan untuk iklan, sponsor, atau tautan yang muncul karena kompensasi.
  • rel="ugc": Digunakan untuk link dari user-generated content, seperti komentar dan forum.
  • rel="nofollow": Dipakai saat tidak ingin mengasosiasikan situs dengan halaman tujuan dan tidak ada atribut yang lebih spesifik.

Satu link dapat memakai lebih dari satu nilai rel. Misalnya, link dari komentar bersponsor dapat diberi kombinasi atribut sesuai konteksnya.

Tidak. Cara pandang yang terlalu sempit terhadap nofollow membuat banyak peluang bagus terlewat.

Backlink nofollow dari media, forum komunitas yang aktif, atau platform dengan audiens yang sesuai tetap dapat menghasilkan klik dari calon pelanggan. Ia juga bisa membuat brand dan konten Anda ditemukan oleh orang yang kemudian menyebut atau merujuk situs Anda dari tempat lain.

Yang perlu dihindari adalah mengejar atribut tertentu sampai melupakan nilai bisnisnya. Jika sebuah publikasi relevan, punya pembaca, dan memberi ruang untuk menampilkan keahlian Anda, atribut link bukan satu-satunya pertimbangan.

  • Relevansi sumber: Apakah pembaca halaman tersebut memang mungkin membutuhkan halaman Anda?
  • Konteks penempatan: Apakah link berada dalam pembahasan yang jelas, bukan ditempel di footer atau daftar acak?
  • Kualitas audiens: Apakah situs itu punya pembaca atau komunitas nyata, bukan hanya tampilan metrik?
  • Halaman tujuan: Apakah link mengarah ke halaman yang paling membantu pembaca sumber?
  • Alasan link dibuat: Apakah link hadir karena rekomendasi, referensi, atau kerja sama yang transparan?

Penilaian ini berlaku untuk dofollow maupun nofollow. Sebuah nofollow yang relevan bisa lebih berguna daripada dofollow dari halaman yang tidak pernah dibaca orang.

Kapan Pemilik Website Perlu Menggunakan Nofollow?

Gunakan atribut link berdasarkan sifat hubungan, bukan karena takut memberi nilai ke website lain.

  1. Untuk link berbayar atau sponsor, gunakan sponsored; nofollow masih dapat dipakai bila sistem lama belum mendukung atribut tersebut.
  2. Untuk komentar dan forum yang belum dipercaya, gunakan ugc atau kombinasi dengan nofollow agar ruang diskusi tidak mudah dimanfaatkan spammer.
  3. Untuk sumber yang tidak ingin Anda dukung, gunakan nofollow bila tetap perlu memberikan link demi konteks pembaca.

Jangan memakai nofollow untuk link internal sebagai cara mengatur halaman mana yang boleh di-crawl. Pengaturan crawling dan indexing punya mekanisme lain yang lebih tepat.

Apakah Harus Mencari Rasio Dofollow dan Nofollow Tertentu?

Tidak ada rasio dofollow dan nofollow yang perlu dikejar sebagai target universal.

Profil backlink yang sehat terbentuk dari cara bisnis ditemukan secara wajar di berbagai tempat. Bila semua link memiliki pola, anchor, dan atribut yang sama, justru ada alasan untuk meninjau kembali bagaimana link tersebut diperoleh.

Bagikan Artikel

Butuh Bantuan SEO untuk Bisnis Kamu di Jogja?

Kami bantu bisnis di Yogyakarta muncul di halaman satu Google — dari audit teknis, optimasi Google Business Profile, sampai strategi konten lokal.